Cakrabuwana’s Weblog

Susi Widiawati – Bab 3 Objek Linguistik : Bahasa

Posted on: Oktober 15, 2008

Nama : Susi Widiawati

NIM : 1402408203

Rombel : 1

3. OBJEK LINGUISTIK:BAHASA

3.1. PENGERTIAN BAHASA

Bahasa dalam bahasa Indonesia memiliki lebih dari satu makna. Tetapi biasanya bahasa mempunyai pengertian sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.

Dua buah tuturan bisa disebut sebagai dua bahasa yang berbeda berdasarkan dua buah patokan, yaitu patokan linguistik dan patokan politis.

3.2. HAKIKAT BAHASA

Dari definisi bahasa didapati beberapa siswa yang hakiki dari bahasa (1) bahasa adalah sistem, (2) bahasa berwujud lambang, (3) bahasa berupa bunyi, (4) bahasa bersifat arbitrer, (5) bahasa itu bermakna, (6) bahasa itu bersifat konvensional, (7) bahasa bersifat unik, (8) bahasa bersifat universal, (9) bahasa itu bersifat produktif, (10) bahasa itu bervariasi, (11) bahasa bersifat dinamis, (12) bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial, dan (13) bahasa itu merupakan identitas penuturnya.

3.3. BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

Objek kajian lingustik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri, sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa.

Objek kajian linguistik makro sangat luas dan beragam. Masalah yang erat kaitannya dengan bahasa adalah masalah bahasa dalam kaitannya dengan kegiatan sosial di dalam masyarakat, lebih jelasnya hubungan bahasa dengan masyarakat itu.

3.3.1. Masyarakat Bahasa

Masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Tetapi dari pengertian tersebut, maka konsep masyarakat bisa menjadi luas dan sempit.

Secara linguistik bahasa Indonesia dan Malaysia adalah bahasa yang sama, karena mempunyai banyak persamaan. Tetapi antara orang Indonesia dan Malaysia tidak merasa menggunakan bahasa yang sama.

3.3.2. Variasi dan Status Sosial Bahasa

Perbedaan 2 macam variasi bahasa berdasarkan status pemakainya, yaitu :

1) Variasi bahasa tinggi (T) digunakan dalam situasi resmi.

2) Variasi bahasa rendah (R) digunakan dalam situasi tidak formal.

3.3.3. Penggunaan Bahasa

Suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhati-kan 8 unsur, yang diakronimkan menjadi SPEAKING, yakni :

1. Setting and scene, berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya suatu percakapan.

2. Participants, orang-orang yang terlibat dalam percakapan.

3. End, maksud dan hasil percakapan.

4. Act sequences, hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan.

5. Key, menunjuk pada cara dalam melaksanakan percakapan.

6. Instrumentalities, menunjuk pada jalur percakapan.

7. Norms, menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan.

8. Genres, menunjuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan.

.3.3.4. Kontak Bahasa

Dalam masyarakat yang terbuka, artinya para anggotanya dapat menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain, baik dari satu atau lebih dari satu masyarakat, akan terjadilah apa yang disebut kontak bahasa. Hal paling menonjol yang terjadi dari adanya kontak bahasa adalah bilingualisme dan multilingualisme dengan kasus interferensi, integrasi, alih kode dan campur kode. Adanya unsur bahasa lain dalam bahasa yang digunakan, namun konsep masalahnya tidak sama.

Kefasihan seseorang untuk menggunakan dua buah bahasa sangat tergantung pada adanya kesempatan untuk menggunakan kedua bahasa itu.

3.3.5. Bahasa dan Budaya

Dalam sejarah linguistik ada suatu hipotesis terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan “Bahasa itu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak anggota masyarakat penuturnya”.

3.4. KLASIFIKASI BAHASA

Dengan berkembangnya studi linguistik historis komparatif, studi yang mengkhususkan pada telaah perbandingan bahasa, maka orang mulai membuat klasifikasi terhadap bahasa-bahasa yang ada di dunia. Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. Bahasa yang mempunyai kesamaan ciri dimasukkan dalam satu kelompok.

Klasifikasi yang baik harus memenuhi persyaratan non artibtrer, ekshaustik, dan unik. Kriteria klasifikasi itu tidak boleh semaunya, hanya harus ada satu kriteria. Ternyata dalam prakteknya tiga persyaratan itu tidak bisa dilaksanakan sebab banyak sekali ciri-ciri bahasa yang dapat digunakan untuk membuat klasifikasi itu. Pendekatan itu banyak, tapi yang bisa disebutkan 1) pendekatan genetis, 2) tipologis, 3) areal, 4) sosiolinguistik.

3.4.1. Klasifikasi Genetis

Dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa itu. Dikarenakan asal tiap bahasa itu menyebar dan kemudian berubah. Sejauh ini dari hasil klasifikasi yang dilakukan dan diterima secara umum bahasa di dunia terbagi dalam sebelas rumpun bahasa yaitu rumpun Indo Eropa, rumpun Hamito Semit, rumpun Chairil-Nil, rumpun Finougria, rumpun Paleo Asiatis, rumpun Ural-Altai, rumpun Siho-Tibet, rumpun bahasa-bahasa Indian.

3.4.2. Klasifikasi Tipologis

Klasifikasi ini dilakukan berdasarkan kesamaan tipe. Hasil klasifikasinya menjadi bersifat arbitrer, karena tidak terikat oleh tipe tertentu tapi hasilnya tetap ekshaustik dan unik.

Klasifikasi pada tatanan morfologi yang telah dilakukan pada abad XIX dibagi menjadi 3 kelompok.

1. Yang semata-mata menggunakan bentuk bahasa sebagai dasar klafisikasi (bahasa berafiks dan bahasa berfleksi, bahasa tanpa struktur gramatical).

2. Menggunakan akar kata sebagai dasar klasifikasi dibagi menjadi (1) akar kata yang monosilabis, (2) akar kata yang mampu mengadakan komposisi (3) akar kata yang disilabis dengan tiga konsonan.

3. Menggunakan bentuk sintaksis sebagai dasar klasifikasi (1) bahasa yang terbentuk, (2) bahasa yang tidak terbentuk (bahasa kolokatif, bahasa derivatif dengan jukstaposisi), (3) bahasa derivatif dengan perubahan akar kata.

Edward Sapir menggunakan 3 parameter untuk mengklasifikasi bahasa-bahasa yang ada di dunia (1) Konsep-konsep gramatical, (2) proses-proses gramatical, (3) tingkat penggabungan morfem dan kata.

3.4.3. Klasifikasi Areal

Berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain dalam suatu areal atau wilayah tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetika atau tidak.

3.4.4. Klasifikasi Sosiolinguistik

Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat, tepatnya berdasarkan status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa itu.

3.5. BAHASA TULIS DAN SISTEM AFSARA

Bahasa adalah sebuah sistem bunyi jadi bahasa itu adalah apa yang dilisankan. Namun linguistik tidak menutup diri terhadap bahasa tulis. Karena bahasa tulis dekat sekali hubungannya dengan bangsa. Dalam linguistik bahasa lisan itu primer, bahasa tulis itu sekunder.

Hubungan antara fonem dengan huruf atau grafem ternyata juga bermacam-macam dalam bahasa tidak sama dengan jumlah huruf yang tersedia.

Ejaan yang ideal adalah ejaan yang melambangkan tiap fonem hanya dengan satu huruf atau sebaliknya. Ejaan bahasa Indonesia belum seratus persen ideal namun tampaknya ejaan bahasa Indonesia masih jauh lebih baik dari pada ejaan bahasa Inggris.

About these ads

1 Response to "Susi Widiawati – Bab 3 Objek Linguistik : Bahasa"

Nama : Eni Rianawati
NIM :1402408063

Menurut saya, ringkasan sudah bagus dan mudah dimengerti tapi didalamnya perlu ditambahkan contoh- contoh kalimat agar si pembaca lebih memahami isi ringkasan. Dan menurut saya EYDnya sudah cukup baik.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • cakrabuwana: Dari : Dita Priska P.S (1402408072) Untuk : Mita Yuni H (1402408331) menurut saya resume yang anda buat cukup bagus dan lengkap. semua sub bab dij
  • cakrabuwana: Dari : Ruwaida Hikmah (1402408236) Buat : Titis Aizah (1402408143) Menurut saya resume yang anda buat sudah cukup bagus dan sistematis. Setiap sub
  • cakrabuwana: cakra data yg km upload da yg slh(namanya keliru) di data upload tlsnnya 'linguistik morfologi winda (seharusnya namanya LIHAYATI HASANAH) tlg di betu

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: