Cakrabuwana’s Weblog

TIKA SARI (1402408200)

Posted on: September 27, 2008

RINGKASAN MATERI

LINGUISTIK UMUM

DISUSUN OLEH :

NAMA : TIKA SARI

NIM : 1402408200

ROMBEL : 3

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2008

BAB 7

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Tiga tahap perkembangan studi linguistik yaitu

  1. Tahap pertama disebut tahap spekulasi.
  2. Tahap kedua disebut tahap observasi dan klasifikasi.
  3. Tahap ketiga disebut tahap perumusan materi.

LINGUISTIK TRADISIONAL

Pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.

a. Zaman Yunani

Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis adalah

  1. Pertentangan antara fisis dan nomos.
  2. Pertentangan antara analogi dan anomali.

¬ Pendapat kaum naturalis : setiapa kata mempunyai hubungan dengan benda yang ditunjukkannya. Sedangkan pendapat kaum konvensional : bahasa bersifat konvensi.

¬ Pendapat kaum analogi yaitu Plato dan Aristoteles : bahasa itu bersifat teratur. Misal : boy menjadi boys, girl menjadi girls

Kaum anomali : bahasa itu tidak teratur. Misal : child menjadi children

Jadi : kaum anomali sejalan dengan kaum konvensional.

F Kaum Sophis

Dikenal dalam studi bahasa karena :

a. Mereka melakukan kerja secara empiris.

b. Melakukan kerja secara pasti.

c. Mementingkan bidang retorika dalam studi bahasa.

d. Membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna.

Tokoh sophis : Protogoras, membagi kalimat menjadi kalimat narasi, kalimat tanya, kalimat jawab, kalimat perintah, kalimat laporan, doa, dan undangan.

: Georgias, membicarakan gaya bahasa seperti yang kita kenal.

F Plato (429-347 S.M)

Dikenal karena :

a. Memperdebatkan analogi dan anomali “dia loog”

b. Menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya kira-kira.

c. Membedakan kata dalam onoma dan rhema.

Onoma (bentuk tunggalnya Onomata) dapat berarti :

a. Nama, dalam bahasa sehari-hari.

b. Nomina, nominal, dalam istilah tata bahasa.

c. Subjek, dalam hubungan subjek logis.

Rhema (bentuk tunggalnya rhemata)

a. Ucapan, dalam bahasa sehari-hari.

b. Verba, dalam istilah tata bahasa.

c. Predikat, dalam hubungan predikat logis.

Jadi onoma dan rhema : anggota dari logos yaitu klausa atau kalimat.

F Aristoteles (384 – 322 SM)

Murid Plato terkenal karena :

a. Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata, yaitu onoma, rhema dan syndesmoi.

b. Membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga yaitu maskulin, feminin, dan neutrum.

F Kaum Stoik

Kelompok ahli filsafat berkembang abad ke-4 SM. Terkenal karena :

a. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.

b. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa.

c. Tiga komponen utama dari studi bahasa :

1. Tanda, simbol, sign atau semainon.

2. Makna, apa yang disebut, semainomen, atau lekton.

3. hal-Hal di luar bahasa, yakni benda atau situasi.

d. membedakan legein : bunyi yang merupakan bagian fonologi tetapi tidak bermakna, Propheretal : ucapan bunyi bahasa yang mengandung makna.

e. Membagi jenis kata menjadi 4 yaitu kata benda, kata kerja, ayndesmoi, dan arthoron.

f. Membedakan kata kerja komplet dan kata kerja tidak komplet.

F Kaum Alexandrian

Menganut paham analogi dalam studi bahasa.”Tata Bahasa Dionysius Thrax. Lahir lebih kurang tahun 100 SM. Leonard Bloomfield (1887 – 1949) Amerika, menyebut Panini yaitu Astdhyasi : deskripsi lengkap dari bahasa sansekerta.

b. Zaman Romawi

Abad pertama Remmius Palaemon menerjemahkan “Dionysius Thrax” ke bahasa latin “Ars Grammatika. Tokoh zaman Romawi : Varro (116 – 27 SM) karyanya De Lingva Latina dan Priscia”. “Institutiones grammaticae”.

a. Varro dan “De Lingua Latina”.

1. Etimologi : cabang linguistik = asal-usul kata beserta aslinya.

2. Morfologi : cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya.

Varro membagi kelas kata latin dalam empat bagian yaitu :

a. Kata benda.

b. Kata kerja.

c. Partisipel.

d. Adverbium.

Kategori kata dibedakan atas tense, time dan aspect serta aktif dan pasif.

Bahasa latin ada 6 buah yaitu nominativus, genetivus, dativus, akusativus, vokativus, dan ablativus.

Deklinasi : perubahan bentuk kata berkenaan dengan kategori, kasus, jumlah, dan jenis.

Dua macam deklinasi yaitu deklinasi naturalis (bersifat alamiah) dan deklinasi voluntaris morfologis bersifat selektif dan manasuka.

b. Institutions Grammaticae atau Tata Bahasa Priscia

1. Buku tata bahasa latin yang paling lengkap dituturkan oleh pembicara aslinya.

2. teori-teori tata bahasanya merupakan tonggak-tonggak utama pembicara bahasa secara tradisional.

Beberapa segi yang patut dibicarakan :

a. Fonologi (tulisan atau huruf) litterae = bagian terkecil dari bunyi yang dapat ditulis.

nama huruf = figurae

nilai bunyi = potestas

Bunyi dibedakan menjdi empat, yaitu :

1. Vox Artikulata = membedakan makna.

2. Vox Artikulata = menunjukkan makna.

3. Vox Litterata

4. Vox Illiterata = bunyi yang tidak dapat diucapkan.

b. Morfologi

Membicarakan mengenai dictio (kata) yaitu bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Kata dibedakan menjadi 8 jenis (Partes Orationis), yaitu :

1. Nomen (kata benda atau kata sifat).

2. Verbum (perbuatan atau dikenai perbuatan).

3. Participium (verbum dan nomen).

4. Pronomen (pengganti nomen).

5. Adverbium (atribut verbum).

6. Praepositio (bentuk yang berkasus).

7. Interjectio (perasaan, sikap, atau pikiran).

8. Konjunction (hubungan sesamanya).

c. Sintaksis

Oratio yaitu tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selaras.

Jadi buku Institutions Grammaticae adalah dasar tata bahasa latin dan filsafat zaman pertengahan.

c. Zaman Pertengahan

Dibicarakan dalam studi bahasa : Peranan Kaum Modistae, tata bahasa spekulative dan Petrus Hispanus pernah menjasi Paus tahun 1276 – 1277 (Paus Johannes XXI) “Summulae Logicales”. Perananya dalam bidang linguistik :

1. Memasukkan psikologi dalam analisis makna berbahasa dan membedakan antara signifikasi utama dan konsignifikasi.

2. Membedakan nomen atas dua macam, yaitu nomen substantium dan nomen adjectivum.

3. Membedakan Partes Orationes atas Categorematik dan Syntategorematik.

d. Zaman Renaisans

Sejarah studi bahasa ada dua hal, yaitu :

1. Selain menguasai bahasa latin.

2. Selain bahasa Yunani, Latin, Ibrani dan Arab, bahasa-bahasa Eropa.

Sebuah bahasa dapat dipakai sebagai bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar bangsa.

e. Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Ferdinand de Saussure (Bapak Linguistik Modern). Pendapat Sir William Jones dari East India Company di hadapan The Royal Asiatic Society di Kalkuta pada tahun 1786. “hubungan kekerabatan antara bahasa sansekerta dengan bahasa-bahasa Yunani, latin dan bahasa-bahasa Jerman”.

Simpulkan Linguistik Tradisional :

  1. tata bahasa tradisional tidak dikenal adanya perbedaan anatara bahasa ujaran dengan bahasa tulisan.
  2. Bahasa disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan-patokan dari bahasa lain.
  3. Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara preskriptik yaitu benar atau salah.
  4. Persoalan kebahasaan sering kali dideskripsikan dengan melibatkan logika.
  5. Penemuan-penemuan atau kaidah-kaidah terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan.

LINGUISTIK STRUKTURALIS

Mendiskripsikan berdasarkan ciri atau sifat khas yang memiliki bahasa.

¨ Ferdinand de Saussure

Pandangan-pandangan “Course de Linguistique Generale” oleh Charles bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut adalah :

1. Telaah sinkronik dan diakronik.

2. Perbedaan langue dan parole.

3. Perbedaan signifiant dan signifie.

4. Hubungan sintagmatig dan paradigmatik.

¨ Aliran Praha

Vilem Mathesius (1882 – 1945) dan Nikolai S. Trubetskoy, Roman Jakobson dan Morris Halle. Fonem dapat dikelompokkan ke dalam kelas-kelas sesuai dengan ciri-ciri pembeda dan hubungan oposisi yang ada misal : p,t,k,b,d,,g,m,b

¨ Aliran Glosematik

Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965)

Forma dan substansi yaitu :

1. Forma ekspresi.

2. Substansi ekspresi.

3. Forma isi.

4. Substansi isi.

¨ Aliran Firthian

John R. Firth (1890-1960) guru besar pada Universitas London. Aliran prosodi yaitu aliran Firth atau Aliran Firthian atau aliran London. Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. Satuan-satuan fonematis berupa unsur-unsur segmental, yaitu konsonan dan vokal. Sedangkan satuan prosodi berupa ciri-ciri atau sifat-sifat truktur. Tiga macam pokok prosodi yaitu :

1. Prosodi yang menyangkut gabungan fonem.

2. Prosodi sendi atau jeda.

3. Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental.

¨ Linguistik Sistematik

Pokok-pokok pandangan systemic linguistics (SL) adalah :

1. SL memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.

2. SL memandang bahasa sebagai pelaksana.

3. SL mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasi-variasinya.

4. SL mengenal adanya gradasi atau kantinum.

5. SL menggambarkan tiga tatacara utama bahasa.

Substansi adalah bunyi yang kita ucapkan waktu kita berbicara dan lambang untuk menulis. Substansi lisan (fonis), substansi bahasa tulis (grafis). Sedangkan forma adalah susunan substansi dalam pola yang bermakna. Terbagi dua, yaitu:

  1. Leksis (butir-butir lepas bahasa).
  2. Gramatika (kelas-kelas butir bahasa).

¬ Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika

“Language” tahun 1933. faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran, antara lain :

  1. Para linguis di amerika menghadapi masalah sama.
  2. Bloomfield menolak mentalistik.
  3. Hubungan yang baik antara linguis-linguis.

Kata kerja adalah kata yang diikuti oleh frase “dengan…”, dan kata sifat adalah kata yang didahului oleh kata “sangat” atau “paling”. Disebut aliran taksonomi karena menganalisis data dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

¬ Aliran Tagmemik

S:FN+P:FV+O:FN

Kenneth l. pike dari summer institute of linguistics. Satuan dasar dari sintaksis adalah tagmen (susunan dari yunani). Tagmen adalah korelasi antara fungsi dan gramatikal atau slot, contoh : pena itu berada diatas meja

S P O

LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA.

* Tata Bahasa Transformasi

1. Lahir dengan terbitnya buku “noam chomsky” syntactic structure tahun 1957.

2. Aspect of the theory of syntax tahun 1965. model tata bahasa adalah transformational generative grammar. (tata bahasa transformasi). Teori dan tata bahasa memenuhi 2 syarat :

1. Dapat diterima oleh pemakai bahasa.

2. Harus dibentuk sedemikian rupa.

Konsep langue dan parole, chomsky membedakan kemampuan (competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa. Perbuatan berbahasa adalah (performance) adalah pemakaian bahasa dalam keadaan yang sebenarnya. Yang menjadi objek adalah kemampuan.

Tiga komponen bahasa :

1. Kemampuan sintaksis.

2. Komponen semantik.

3. Komponen fonologis.

Komponen sintaksis merupakan “sentral” karena :

1. Komponen inilah yang menentukan arti kalimat.

2. Komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas. Komponen semantik adalah ayah dan ibu mempunyai ciri semantik kurang lebih makhluk.

* Semantik Generatif

Struktur logika proposisi

Predikat Argumen1 Argumen

Dirumuskan sebagai predikat (arg1…arg2…arg). Contoh nenek minum kopi.

Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan, predikat adalah perbuatan.

* Tata Bahasa Kasus

kalimat

modalitas proposisi

negasi

kala

aspek

adverbia verba kasus1 kasus2 kasus

open, + [ – A , I, O ]

fillmore dibatasi atas kasus agent, experiences, object, means source, goal dan referential.

* Tata Bahasa Relasional

Jaringan relasional 3 macam wujud (entity) adalah :

1. Seperangkat simpai (nodes).

2. Seperangkat tanda relasional (relational sign).

3. Seperangkat “coordinates”.

Tiga bentuk konstruksi yaitu:

1. Konstruksi kalimat inti.

2. Konstruksi kalimat hasil transformasi datif.

3. Kalimat hasil transformasi pasif dari konstruktif datif.

TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA

Sebagai negeri yang luas yang dihuni oleh berbagai suku konsep-konsep linguistik modem oleh ferdinand de saussure sejalan dengan perkembangan dan makin semaraknya studi linguistik. Penyelidikan terhadap bahasa-bahasa daerah indonesia dan bahasa nasional indonesia. Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa negara, maka bahasa indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik baik didalam negeri maupun dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • cakrabuwana: Dari : Dita Priska P.S (1402408072) Untuk : Mita Yuni H (1402408331) menurut saya resume yang anda buat cukup bagus dan lengkap. semua sub bab dij
  • cakrabuwana: Dari : Ruwaida Hikmah (1402408236) Buat : Titis Aizah (1402408143) Menurut saya resume yang anda buat sudah cukup bagus dan sistematis. Setiap sub
  • cakrabuwana: cakra data yg km upload da yg slh(namanya keliru) di data upload tlsnnya 'linguistik morfologi winda (seharusnya namanya LIHAYATI HASANAH) tlg di betu

Kategori

%d blogger menyukai ini: