Cakrabuwana’s Weblog

SUSIANA (14702408289) Objek linguistik

Posted on: Oktober 9, 2008

Nama : Susiana
NIM : 1402408289
MK : Bahasa Indonesia

BAB. 3
OBJEK LINGUISTIK: BAHASA

Pengertian Bahasa
Menurut Kridalaksana dan Djoko Kencono
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.
Parole è objek konkret, berwujud ujaran nyata.
Langue è objek abstrak, berwujud sistem bahasa.
Langage è objek paling abstrak, berwujud sistem bahasa secara universal.

Hakikat Bahasa
Bahasa sebagai sistem
Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu (sistematis) dan membentuk suatu kesatuan (sistemis).
Bahasa sebagai lambang
Bahasa merupakan suatu sistem lambang dalam wujud bunyi bahasa.
Bahasa adalah bunyi
Bunyi yang termasuk dalam lambang bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Bahasa itu bermakna
Dikatakan bermakna karena lambang-lambang bahasa mengacu pada konsep, ide atau pikiran.
Bahasa itu arbitrer
Tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa (bunyi) dengan konsep yang dilambangkan.
Bahasa itu konvensional
Bahasa itu mematuhi konvensi bahwa suatu lambang digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.

Bahasa itu produktif
Dengan unsur-unsur bahasa yang terbatas dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
Bahasa itu unik
Mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.
Bahasa itu universal
Bahasa di dunia mempunyai ciri yang sama (vokal dan konsonan).
Bahasa itu dinamis
Bahasa selalu berkembang sesuai dengan perkembangan pola pikir manusia.
Bahasa itu bervariasi
Tergantung pada latar belakang dan lingkungan.
Idialek : variasi yang bersifat perseorangan.
Dialek : variasi bahasa oleh sekelompok anggota masyarakat pada waktu dan tempat tertentu.
Bahasa itu manusia
Milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

Bahasa dan Faktor Luar Bahasa
Objek kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa.
Objek kajian linguistik makro adalah faktor luar bahasa yang berkaitan dengan kegiatan manusia dalam masyarakat.
Masyarakat bahasa
Sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama.
Variasi dan status sosial bahasa
Variasi bahasa tinggi (T)
Bersifat resmi, dipelajari melalui pendidikan formal.
Variasi bahasa rendah (R)
Bersifat tidak resmi, dipelajari melalui masyarakat umum.
Penggunaan bahasa
Unsur dalam penggunaan bahasa (Hymes, 1974)
Setting and scene (tempat dan waktu percakapan)
Participants (orang yang terlibat dalam percakapan)
Ends (maksud dan hasil percakapan)
Act sequences (bentuk dan isi percakapan)
Key (cara/ semangat dalam percakapan)
Instrumentalities (jalur percakapan)
Norm (norma perilaku peserta percakapan)
Genres (kategori/ragam bahasa dalam percakapan)
Kontak bahasa
Terjadinya hubungan saling mempengaruhi antara masyarakat bahasa yang satu dengan yang lain.
Hal yang terjadi karena adanya kontak bahasa asal bilingualisme, multilingualisme, interferensi, alihkode dan campurkode.
Bahasa dan budaya
Bahasa dan budaya, sangat erat kaitannya, “bahasa mempengaruhi budaya” begitu juga sebaliknya “budaya mempengaruhi bahasa”.

Klasifikasi Bahasa
Klasifikasi genetis/gencologis
Berdasarkan garis keturunan bahasa, suatu bahasa berasal dari bahasa yang lebih tua, artinya perkembangan bahasa bersifat menyebar menjadi banyak (teori batang pohon).
Klasifikasi tipologis
Berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat dalam sejumlah bahasa.
Secara garis besar dibagi berdasarkan bentuk bahasa, akar kata, dan bentuk sintaksis.
Klasifikasi areal
Berdasarkan hubungan timbal balik antara satu bahasa dengan bahasa yang lain dalam suatu wilayah.
Klasifikasi sosiolinguistik
Berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat yaitu historisitas, standardisasi, vitalitas, dan homogenesitas.

Bahasa Tulis dan Sistem Aksara
Bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan untuk menyimpan bahasa agar dapat disampaikan kepada orang lain.
Belum dapat dipastikan kapan manusia mulai mengenal tulisan, namun para ahli memperkirakan tulisan berawal dari gambar berbentuk sederhana yang digunakan untuk menyampaikan konsep gambar ini disebut piktogram, sedangkan sistem tulisannya disebut piktograf. Dalam perkembangannya piktograf berubah menjadi lebih sederhana yang digunakan untuk menyatakan suku kata (aksara silabis). Pada abad pertama masehi, aksara romawi/aksara latin menyebar ke seluruh dunia dan tiba di Indonesia sekitar abad XVI.
Alat pelengkap aksara untuk mengganbarkan unsur-unsur bahasa lisan adalah titik, koma, tanda seru, dsb. Ejaan yang ideal adalah ejaan yang melambangkan tiap fonem hanya dengan satu huruf atau sebaliknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • cakrabuwana: Dari : Dita Priska P.S (1402408072) Untuk : Mita Yuni H (1402408331) menurut saya resume yang anda buat cukup bagus dan lengkap. semua sub bab dij
  • cakrabuwana: Dari : Ruwaida Hikmah (1402408236) Buat : Titis Aizah (1402408143) Menurut saya resume yang anda buat sudah cukup bagus dan sistematis. Setiap sub
  • cakrabuwana: cakra data yg km upload da yg slh(namanya keliru) di data upload tlsnnya 'linguistik morfologi winda (seharusnya namanya LIHAYATI HASANAH) tlg di betu

Kategori

%d blogger menyukai ini: