Cakrabuwana’s Weblog

Mohammad Latiful A. – Bab 5 Tataran Linguistik (2) Morfologi

Posted on: Oktober 15, 2008

Nama : Mohammad Latiful A.

NIM : 1402408106

Rombel : 1

5. TATARAN LINGUISTIK (2) : MORFOLOGI

Fonem adalah satuan bunyi terkecil dari arus ujaran. Sebagai satuan fungsional morfem merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Dalam bab ini akan membicarakan seluk beluk morfem sebagai berikut :

5.1 MORFEM

Tata bahasa tradisional tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebab morfem bukan merupakan satuan dalam sintaksis,dan tidak semua morfem mempunyai makna filosofis.

5.1.1 Identifikasi morfem

Kalau bentuk tersebut ternyata bisa hadir secara berulang-ulang dengan bentuk lain maka bentuk tersebut adalah morfem. Contoh kata /kedua/,/ketiga/,/kelima/. Bentuk ke merupakan bentuk terkecil yang berulang-ulang dan mempunyai makna sama.

5.1.2 Morf dan Alomorf

Alomorf adalah Bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama atau perwujudan konkret dalam sebuah morfem. Jadi setiap morfem tentu mempunyai alomorf,selain itu bisa juga morf dan alomorf adalah dua buah nama untuk sebuah bentuk sama. Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya. Alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui status morfemnya. Contoh me-,mem-,meny-,dll.

5.1.3 Klasifikasi morfem

Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam peraturan.contoh bentuk pulang,makan,rumah.

Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam peraturan.

Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya :

v Morfem segmental adalah morfem dibentuk oleh fonem-fonem segmental.contoh morfem {lihat},{lah},{sikat},dan {ber}.

v Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur surpasegmental. Contoh tekanan.nada,durasi.

Ø Morfem beralomorf zero adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi melainkan berupa “kekosongan”. Contoh book menjadi books.

Ø Morfem bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. Contoh {kuda},{pergi},{lari},dan{merah}.

Ø Morfem tak bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang tidak memiliki makna apa-apa pada dirinya sendiri. Contoh {ber},{me},{ter}.

Ø Morfem dasar : morfem ini ada yang termasuk morfem terikat tetapi ada juga yang termasuk morfem bebas dan biasanya digunakan sebagai dikotomi dengan morfem afiks.contoh {juang},{kucing}. Bentuk dasar digunakan untuk menyebut sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Seperti kata berbicara yang terdiri morfem ber- dan bicara, maka bicara adalah menjadi bentuk dasar pada kata berbicara.

5.2 KATA

Menurut tata bahasawan tradisional kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian atau deretan huruf yang diapit oleh dua buag spasi dan mempunyai satu arti. Seperti sikat,kucing,dan spidol.

5.2.1 Klasifikasi Kata

Para tata bahasawan tradisional (kriteria makna dan kreteria fungsi)

verba : kata yang menyatakan tindakan

nomina : kata yang menyatakan benda / dibendakan

konjungsi : kata yang bertugas atau berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, atau bagian kalimat yang satu dengan bagian yang lain.

Para tata bahasawan strukturalis (distribusi kata itu dalam suatu struktur / konstruksi)

nomina : kata yang dapat berdistribusi di belakang kata bukan

verba : kata yang berdistribusi di belakang kata tidak

ajektiva : kata yang dapat berdistribusi di belakang kata sangat

kelompok linguis (kriteria fungsi sintaksis)

subjek diisi oleh kelas nomina

predikat diisi oleh verba / ajektifa

objek diisi oleh kelas nomina

keterangan diisi oleh kelas adverbia

5.2.2 Pembentukan Kata

Pembentukan kata ini mempunyai dua sifat :

Ø bersifat inflektif

Ø bersifat derivatif

Perubahan atau penyesuaian bentuk pada verba disebut konjugasi, dan perubahan atau penyesuaian pada nomina dan ajektifa disebut deklinasi.

Pembentukan kata secara derivatif membentuk kata baru, kata yang identitas leksikalnyatidak sama dengan kata dasarnya. Contoh : kata air berkelas nomina dibentuk menjadi mengairi yang berkelas verba.

5.3 PROSES MORFEMIS

5.3.1 Afisaksi

Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah dasar atau bentuk dasar yang melibatkan unsur-unsur dasar atau bentuk dasar, afiks, makna gramatikal yang dihasilkan.

Afiks adalah sebuah bentuk berupa morfem terikat yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses pembentukan kata. Afiks dibagi menjadi dua :

  1. Afiks inflektif adalah afiks yang digunakan dalam pembentukan kata-kata aflektif atau paradigma infleksional.
  2. Afiks derivatif adalah kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan bentuk dasarnya.

· Prefiks adalah afiks yang diimbuhkan di muka bentuk dasar. Contoh me- pada kata menghibur. Prefiks juga dapat muncul dengan sufiks / afiks lain. Contoh prefiks ber- bersama sufiks ­-kan pada kata berdasarkan.

· Infiks adalah afiks yang diimbuhkan di tengah bentuk dasar. Contoh infiks ­-el­­- pada kata telunjuk, –er– pada kata seruling.

· Sufiks adalah afiks yang diimbuhkan pada posisi akhir bentuk dasar. Contoh sufiks –an pada kata bagian, –kan pada kata bagikan.

· Konfiks adalah afiks yang berupa morfem terbagi yang bagian pertama berposisi pada awal bentuk dasar, dan bagian yang kedua berposisi pada akhir bentuk dasar. Contoh konfiks per-/-an pada kata pertemuan, konfiks ke-/-an pada kata keterangan.

· Interfiks adalah sejenis infiks atau elemen penyambung yang muncul dalam proses penggabungan dua buah unsur.

· Transfiks adalah afiks yang berwujud vokal-vokal yang diimbuhkan pada keseluruhan dasar.

5.3.2 Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhan, secara sebagian, maupun dengan perubahan bunyi.

Istilah-istilah reduplikasi dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda adalah :

Dwilingga yakni pengulangan morfem dasar. Contoh meja-meja, aki-aki, mlaku-mlaku.

Dwilingga salin swara adalah pengulangan morfem dasar dengan perubahan vokal dan fonem lain. Contoh bolak-balik, mondar-mandir, langak-longok.

Dwipurwa adalah pengulangan silabel pertama. Contoh lelaki,peparu,pepatah.

Dwiwasana adalah pengulangan pada akhir kata. Contoh cengengesan,

Trilingga adalah pengulangan morfem dasar sampai sua kali. Contoh dag-dig-dug,cas-cis-cus.

Reduplikasi dalam bahasa Indonesia ada beberapa catatan yang perlu dikemukakan :

1. bentuk dasar reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat berupa morfem dasar. Contoh meja menjadi meja-meja.

2. Bentuk reduplikasi yang disertai afiks proses reduplikasi dan proses afiksasi itu terjadi bersamaan seperti berton-ton, proses reduplikasi terjadi lebih dahulu baru disusul oleh proses afiksasi seperti berlari-lari (dasarnya lari-lari), proses afiksasi terjadi lebih dahulu kemudian diikuti oleh proses reduplikasi seperti kesatuan-kesatuan,memukul-memukul (dasarnya kesatuan,memukul).

3. Pada dasar yang berupa gabungan kata proses reduplikasi harus berupa reduplikasi penuh tetapi mungkin berupa reduplikasi parsial. Contoh ayam itik-ayam itik (dasarnya ayam itik).

4. Banyak orang menyangka bahwa reduplikasi dalam bahasa Indonesia besifat paradigmatis dan memberi makna jamak/kevariasan. Contoh mereka-mereka,kamu-kamu.

5. Reduplikasi semantis yakni dua buah kata yang maknanya bersinonim membentuk satu kesatuan gramatikal. Contoh ilmu pengetahuan,hancur luluh.

6. Dalam bahasa Indonesia ada bentu-bentuk seperti kering-kerontang,tua-renta,segar-bugar.

5.3.3 Komposisi

Komposisi adalah hasil dan proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar baik yang bebas maupun yang terikat sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang berbeda. Contoh lalu lintas, daya juang

5.3.4 Konversi, Modifikasi Internal, dan Suplesi

Konversi adalah proses pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan unsur segmental.

Modifikasi internal adalah proses pembentukan kata dengan penambahan unsur-unsur (yang biasanya berupa vocal) ke dalam morfem yang berkerangka tetap (yang biasanya berupa konsonan).

5.3.5 Pemendekan

Pemendekan adalah proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat, tetapi maknanya tetap sama dengan makna bentuk utuhnya. Contoh lab (utuhnya laboratorium), hlm (utuhnya halaman).

5.3.6 Produktivitas Proses Morfemis

Produktivitas proses morfemis : dapat tidaknya proses pembentukan kata itu, terutama afiksasi,reduplikasi,dan komposisi, digunakan berulang-ulang yang secara relatif tak terbatas ; artinya ada kemungkinan menambah bentuk baru dengan proses tersebut.

5.4 Morfofonemik

Morfofonemik / morfonemik / morfofonologi / morfonologi adalah peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis baik afiksasi, reduplikasi, maupun komposisi. Perubahan fonem dalam proses morfofonem ini dapat berupa : pemunculan fonem, pelepasan fonem, peluluhan fonem, perubahan fonem, pergeseran fonem.

Contoh :

Pemunculan fonem : pengimbuhan prefiks me- pada bentuk dasar baca menjadi membaca.

Pelepasan fonem : pengimbuhan akhiran wan pada kata sejarah di mana fonem /h/ menjadi hilang.

Peluluhan fonem : pengimbuhan prefiks me- pada kata sikat di mana fonem /s/ diluluhkan dan disenyawakan dengan bunyi nasal /ny/.

Perubahan fonem : pengimbuhan prefiks ber- pada kata ajar di mana fonem /r/ berubah menjadi /l/.

Pergeseran fonem : pengimbuhan sufiks /an/ pada kata jawab di mana fonem /b/ yang ada pada silebel /wab/ pindah ke silabel /ban/.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • cakrabuwana: Dari : Dita Priska P.S (1402408072) Untuk : Mita Yuni H (1402408331) menurut saya resume yang anda buat cukup bagus dan lengkap. semua sub bab dij
  • cakrabuwana: Dari : Ruwaida Hikmah (1402408236) Buat : Titis Aizah (1402408143) Menurut saya resume yang anda buat sudah cukup bagus dan sistematis. Setiap sub
  • cakrabuwana: cakra data yg km upload da yg slh(namanya keliru) di data upload tlsnnya 'linguistik morfologi winda (seharusnya namanya LIHAYATI HASANAH) tlg di betu

Kategori

%d blogger menyukai ini: